Friday, June 3, 2016
Paragraf Argumentatif
10:11 PM
Banyak dari kita tentu sudah pernah mendengar tentang argumen atau argumentasi. Kata ini biasa muncul di buku pelajaran Bahasa Indonesia. Sedangkan penggunaannya sendiri sering terdengar saat adanya pidato dan debat, bahkan argumen juga sering ada dalam percakapan sehari-hari kita.
Paragraf atau karangan argumentatif adalah karangan yang memberikan alasan yang kuat dan meyakinkan. untuk menolak atau memperkuat suatu pendapat atau gagasan. Dalam berargumentasi, kita boleh mempertahankan pendapat kita tetapi tetap harus mempertimbangkan pendapat orang lain yang berbeda dengan milik kita. Penalaran yang sehat yang didukung dengan penggunaan bahasa yang baik dan efektif sangat mendukung sebuah karangan argumentatif.
Dasar karangan argumentasi adalah berpikir kristis dan logis. Sedangkan tujuan dari paragraf argumentatif ialah untuk meyakinkan pembaca atas pandangan atau gagasan penulis. Oleh karena itu harus berdasarkan pada fakta. Fakta tersebut juga harus dapat dipertanggungjawabkan.
Paragraf atau karangan juga harus ditulis sedemikian rupa seperti struktur pada umunya. Berikut ini struktur penulisan paragraf argumentatif.
1. Pendahuluan
Pendahuluan berisikan latar belakang masalah dan permasalahan
2. Isi
Bagian ini berisikan keseluruhan uraian yang berupa pernyataan, data, dan fakta.
3. Penutup
Penutup dapat diisi dengan kesimpulan dari data-data yang telah diuraikan sebelumnya.
Contoh paragraf argumentatif
Indonesia sebenarnya adalah negara yang kaya. Buktinya negeri ini memiliki kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain kebanyakan. Kekayaan yang dimaksud yakni sumber daya alamnya yang melimpah dan tempat-tempat yang sangat indah yang dapat dijadikan objek wisata. Namun hal ini menjadi sedikit tak berguna karena kurangnya sumber daya manusia dan kurangnya perhatian pemerintah khusunya pemerintah daerah untuk mengembangkan apa yang sudah dimiliki Indonesia selama ini.
Selain struktur penulisan, paragraf argumentatif juga memiliki ciri-cirinya tersediri. Berikut ini adalah ciri-ciri paragraf argumentatif.
1. Adanya pernyataan, ide, atau pendapat.
2. Adanya alasan, data, atau fakta yang mendukung.
3. Pembenaran ide berdasarkan fakta yang data yang disampaikan.
Nah, demikianlah sedikit penjelasan tentang paragraf argumentatif. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman. Dan jangan lupa untuk like&share artikel dan juga fanspage ini.
Terima kasih.
Terima kasih.
Wednesday, June 1, 2016
Bagaimana Proses Pembuahan Terjadi?
10:42 PM
Kita mungkin sudah mengenal apa itu pembuahan (fertilisasi) dari pelajaran biologi di sekolah. Tapi mungkin juga beberapa dari kita belum mengetahui bagaimana proses fertilisasi tersebut terjadi? Nah, pada ini Tonang akan menjelaskan sedikit tentang proses terjadinya fertilisasi. Berikut penjelasannya
Pada saat sel telur sudah siap dibuahi (matang), sel telur tersebut dilepas dari ovarium. Kemudian sel telur tersebut ditangkap oleh umbai-umbai di ujung saluran Tuba Fallopi. Selanjutnya sel telur akan bergerak di sepanjang Tuba Fallopi menuju rahim. Bersamaan dengan matangnya sel telur, selaput dinding rahim mengalami penebalan sebagai tanda persiapan agar sel telur yang nantinya dibuahi spermatozoid dapat menempel.
Jika di sepanjang saluran telur ada sperma yang datang, kemungkinan sel telur tersebut dapat dibuahi. Sel telur yang telah dibuat disebut zigot. Zigot akan membelah berulang kali secara mitosis sambil bergerak menuju rahim. Sesampainya di rongga rahim, embrio akan membenamkan diri pada dinding rahim. Sel-sel bagian dalam embrio akan membentuk bakal janin. Sedangkan sel-sel bagian luarnya akan membentuk tali pusar dan plasenta.
Nah, demikianlah sedikit penjelasan tentang bagaimana proses pembuahan terjadi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman. Dan jangan lupa untuk like&share artikel dan juga fanspage ini.
Terima kasih.
Jika di sepanjang saluran telur ada sperma yang datang, kemungkinan sel telur tersebut dapat dibuahi. Sel telur yang telah dibuat disebut zigot. Zigot akan membelah berulang kali secara mitosis sambil bergerak menuju rahim. Sesampainya di rongga rahim, embrio akan membenamkan diri pada dinding rahim. Sel-sel bagian dalam embrio akan membentuk bakal janin. Sedangkan sel-sel bagian luarnya akan membentuk tali pusar dan plasenta.
Nah, demikianlah sedikit penjelasan tentang bagaimana proses pembuahan terjadi. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman. Dan jangan lupa untuk like&share artikel dan juga fanspage ini.
Terima kasih.
Gangguan Mata
5:28 PM
Mata merupakan salah satu pancaindra yang dimiliki oleh manusia. Keadaan mata setiap manusia berbeda-beda, ada yang normal dan ada juga yang tidak normal. Orang yang bisa melihat dengan normal tanpa bantuan alat disebut emetropi.
Ada juga beberapa gangguan pada mata manusia yang menyebabkan orang tersebut harus menggunakan bantuan alat seperti kacamata untuk dapat melihat dengan normal. Berikut ini beberapa gangguan pada mata:
1. Rabun Dekat (Hipermetropi)
Rabun Dekat adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang dekat. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang pendek sehingga bayangan yang sampai ke mata akan jatuh di belakang retina. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan membaca buku terlalu dekat atau membaca sambil tiduran. Rabun dekat dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa cembung (positif).
2. Rabun Jauh (Miopi)
Rabun Jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang jauh. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang terlalu panjang dari ukuran normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa cekung (negatif).
3. Rabun Jauh-Dekat / Rabun Tua (Presbiopi)
Presbiopi biasanya diderita oleh orang yang sudah tua atau berusia di atas 45 tahun. Penderita prebiopi tidak dapat melihat benda yang terlalu jauh atau terlalu dekat. Presbiopi dapat diatasi dengan kacamata rangkap, yaitu kacamata berlensa cembung dan cekung.
4. Rabun Senja (Rabun Ayam)
Rabun Senja adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berda di tempat yang remang-remang atau di malam hari. Gangguan ini disebabkan kurangnya konsumsi vitamin A sehingga sel batang tidak berfungsi karena protein Rhodopsin tidak terbentuk.
5. Buta Warna
Buta Warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Gangguan ini bersifat menurun. Buta warna ada dua macam, yakni buta warna total (hanya mampu melihat hitam-putih) dan buta warna separuh (tidak bisa melihat warna merah-biru-hijau).
6. Katarak (Bular Mata)
Katarak adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya ke retina. Penderita ini umumnya berusia 55 tahun ke atas. Gangguan ini dapat diatasi dengan operasi mata.
7. Juling
Juling adalah kelainan pada mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata.
8. Astigmat (Mata Silindris)
Astigmat adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa mata tidak rata. Penderita Astigmat tidak mampu melihat garis vertikal dan horizontal. Gangguan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata yang berlensa silindris.
2. Rabun Jauh (Miopi)
Rabun Jauh adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang jauh. Hal ini disebabkan oleh ukuran bola mata yang terlalu panjang dari ukuran normal sehingga bayangan benda jatuh di depan retina. Rabun jauh dapat diatasi dengan menggunakan kacamata lensa cekung (negatif).
3. Rabun Jauh-Dekat / Rabun Tua (Presbiopi)
Presbiopi biasanya diderita oleh orang yang sudah tua atau berusia di atas 45 tahun. Penderita prebiopi tidak dapat melihat benda yang terlalu jauh atau terlalu dekat. Presbiopi dapat diatasi dengan kacamata rangkap, yaitu kacamata berlensa cembung dan cekung.
4. Rabun Senja (Rabun Ayam)
Rabun Senja adalah ketidakmampuan mata untuk melihat benda yang berda di tempat yang remang-remang atau di malam hari. Gangguan ini disebabkan kurangnya konsumsi vitamin A sehingga sel batang tidak berfungsi karena protein Rhodopsin tidak terbentuk.
5. Buta Warna
Buta Warna adalah ketidakmampuan mata untuk membedakan warna. Gangguan ini bersifat menurun. Buta warna ada dua macam, yakni buta warna total (hanya mampu melihat hitam-putih) dan buta warna separuh (tidak bisa melihat warna merah-biru-hijau).
6. Katarak (Bular Mata)
Katarak adalah gangguan penglihatan yang disebabkan oleh lensa mata yang keruh sehingga menghalangi masuknya cahaya ke retina. Penderita ini umumnya berusia 55 tahun ke atas. Gangguan ini dapat diatasi dengan operasi mata.
7. Juling
Juling adalah kelainan pada mata yang disebabkan oleh ketidakserasian otot-otot mata.
8. Astigmat (Mata Silindris)
Astigmat adalah gangguan mata yang disebabkan oleh ukuran lensa mata tidak rata. Penderita Astigmat tidak mampu melihat garis vertikal dan horizontal. Gangguan mata ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata yang berlensa silindris.
Selamat Datang
1:36 PM
Selamat datang di Tugas Sekolah,
Kamu dapat menemukan jawaban dari tugas-tugas kamu di sini. Baik itu tugas hitungan maupun sekadar catatan. Jika kamu kesulitan, kamu bisa bertanya melalui kolom komentar atau menghubungi Tonang langsung melalui beberapa cara, seperti melalui e-mail ataupun pesan Facebook. Dan jika kamu merasa blog ini cukup berguna, tolong like&share blog ini di Facebook maupun media lainnya.
Terima kasih
Subscribe to:
Posts (Atom)